Kelainan dan Gangguan pada Sistem Peredaran Darah

Kelainan dan gangguan pada Sistem Peredaran Darah dibedakan atas kelainan atau penyakit secara genetis dan penyakit secara nongenetis. Berikut akan dijelaskan mengenai kelainan-kelainan tersebut.

Proses Peredaran Darah


Peredaran darah pada manusia membentuk suatu peredaran tertutup. Peredaran darah tertutup adalah peredaran darah di mana darah hanya beredar dari jantung ke pembuluh darah, kemudian kembali ke jantung. Prosesnya digambarkan pada skema berikut.

Alat Peredaran Darah : Jantung, dan Pembuluh Darah

Ada beberapa Alat Peredaran Darah bertugas mengalirkan dan memompakan darah di dalam tubuh manusia. Organ-organ tersebut adalah jantung dan pembuluh darah. Berikut akan diuraikan mengenai jantung dan pembuluh darah.

Darah : Fungsi, Komponen, dan Proses Pembekuan Darah

Seperti yang telah dijelaskan pada pembahasan sebelumnya (silahkan BacaJaringan Ikat pada Hewan, bagian 3.c), darah merupakan jaringan pengikat berwujud cair yang terdiri atas sel-sel darah dan plasma darah. Darah berperan sebagai komponen utama dalam sistem sirkulasi di dalam tubuh manusia.

Golongan Darah dan Transfusi Darah

Berdasarkan komposisi aglutinogen dan aglutininnya, golongan darah pada manusia dibedakan menjadi golongan darah A, B, AB, dan O. Penggolongan darah ini dinamakan sistem penggolongan darah ABO yang ditemukan oleh Karl Landsteiner (1868-1943). 

Persendian : Sinartrosis, Amfiartrosis, dan Diartrosis

Persendian adalah hubungan antara tulang dengan tulang atau antara tulang dengan tulang rawan. Tanpa persendian, tulang tidak dapat diputar atau dibengkokkan untuk menghasilkan gerakan. Dengan adanya persendian maka tulang-tulang dapat disatukan dengan bantuan jaringan ikat padat (ligamen).Terdapat ciran sinovial sebagai pelumas pergerakan pada sendi.

Kelainan pada Sistem Gerak

Gangguan dan Kelainan pada Sistem Gerak dapat disebabkan oleh beberapa faktor, misalnya faktor nutrisi, gangguan fisik, penyakit, dan karena kebiasaan yang salah. Akibatnya, gangguan ini akan mengakibatkan terhambatnya gerakan tubuh dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

Otot : Fungsi, Mekanisme, dan Gerak pada Otot

Otot atau dikenal juga dalam kehidupan sehari-hari sebagai daging merupakan pendukung utama gerak tubuh dengan cara memendek (berkontraksi) dan memanjang (relaksasi).

Teori Evolusi Darwin


Teori Evolusi Darwin - Proses evolusi berlangsung lambat dan dalam waktu yang sangat panjang, sehingga sulit untuk diamati, ataupun dibuktikan di laboratorium. Walaupun demikian, petunjuk yang dikumpulkan para ilmuwan menjadi petunjuk terjadinya evolusi dan memunculkan teori-teori terjadinya evolusi. Teori evolusi telah dikemukakan sejak lama, salah satunya oleh Aristoteles. Namun pencetus yang paling terkenal adalah Charles Darwin.

Teori Asal Usul Kehidupan

Teori Asal Usul Kehidupan - Asal mula kehidupan sukar diketahui secara pasti bagaimana prosesnya. Mungkin hanya Tuhan Yang Maha Mengetahui yang tahu jawabannya. Namun hal ini tidak menghalangi para lmuwan untuk mencoba mengetahui bagaimana kehidupan dimulai. Dan masa sebelum Masehi hingga kini terdapat beberapa hipotesis dan teori dan beberapa ahii yang mencoba mencari jawaban asal mula kehidupan dilihat dan berbagai sudut pandang.

Evolusi (Pengantar)

Ikan Coelacanth seperti yang terlihat pada gambar di bawah, sempat diduga punah pada akhir masa Cretaceous sekitar 65  juta tahun yang lalu, hingga sebuah spesimen ditemukan di Sungai Chalumna di timur Afrika Selatan pada tahun 1938. Bentuknya sangat mirip dengan kerangka fosil Coelacanth yang berusia lebih dan 300 juta tahun. Ikan tersebut kemudian diteliti di Inggris lalu diberi nama Latimeria chalumnac.

Kingdom Plantae : Ciri-Ciri, Klasifikasi, dan Peranannya

Pohon Sequoia raksasa (Sequoiadendron gigantium) merupakan tumbuhan asli dari Sierra Nevada. Sequoia raksasa adalah salah satu organisme yang memiliki ukuran paling besar di Bumi, tingginya dapat mencapai 100 m dengan berat 6.000 ton.

Tumbuhan Berpembuluh: Tumbuhan Tidak Berbiji & Tumbuhan Berbiji

Tumbuhan berpembuluh disebut juga Tracheophyta. Tumbuhan berpembuluh sudah tergolong maju perkembangannya karena telah memiliki pembuluh angkut, yaitu xilem dan floem. Xilem berfungsi mengangkut air dan unsur hara yang diperlukan dari akar menuju daun. Adapun floem berfungsi mengangkut hasil fotosintesis dan daun menuju seluruh tubuh tumbuhan. Tumbuhan Berpembuluh dibagi menjadi dua, yaitu Tumbuhan Tidak Berbiji dan Tumbuhan Berbiji.

Tumbuhan Tidak Berpembuluh (Klasifikasi Lumut)

Tumbuhan tidak berpernbuluh (nonvascular plants) dikenal juga dengan sebutan lumut. Klasifikasi Lumut terbagi menjadi tiga divisi, yaitu lumut daun (Bryophyta), lumut hati (Hepatophyta), dan lumut tanduk (Anthocerophyta). Di dunia terdapat sekitar 12.000 spesies lumut daun, 6.500 spesies lumut hati, dan 100 spesies lumut tanduk.

Lumut Kerak / Lichenes : Reproduksi, Contoh, dan Peranannya

Lichenes dikenal dengan nama lumut kerak karena bentuknya menyerupai kerak yang menempel di pohon-pohon, tebing, atau batuan. Lichenes merupakan simbiosis antara alga dengan jamur tertentu. Alga yang terlibat berasal dari golongan Cyanophyta atau Chlorophyta. Adapun fungi nya berasal dari Ascomycota dan Basidiomycota.