Jamur Zygomycota: Struktur Tubuh, Reproduksi dan Contohnya

Mungkin Anda pernah atau sering makan tempe. Jika diperhatikan, tempe ini merupakan hasil fermentasi dari suatu jenis fungi atau jamur, namanya Rhizopus oryzae, yang masuk dalam kelompok jamur Zygomycota.

Nah, kali ini kita akan membahas jamur Zygomycota yang meliputi struktur tubuh, reproduksi, dan contohnya.

a. Struktur Tubuh Zygomycota 


Fungi Zygomycota yang multiseluler ini hidup saprofit di alam. Tubuhnya berupa hifa-hifa bercabang yang tidak bersekat. Jamur Zygomycota  tidak memiliki tubuh buah. Nama Zygomycota merujuk pada spora  seksual yang dibentuk oleh fungi tersebut, yaitu zigospora yang peroleh melalui proses pembelahan secara meiosis. Pada Zygomycota, sporangium merupakan tempat penghasil spora haploid (n).

Contoh dari Zygomycota adalah fungi yang tumbuh pada roti basi (Rhizopus). Melalui pengamatan mikroskop, akan tampak dengan jelas struktur morfologi dari fungi roti. Bagian tertentu dari ujung hifanya yang tumbuh vertikal akan membentuk suatu badan bulat yang disebut sporangium.

Sporangium merupakan tempat pembuatan spora aseksual dari fungi ini, yaitu sporangiospora. Sporangiospora yang terbentuk berwarna kehitaman dan menempel pada permukaan sporangium.

Sporangium didukung oleh suatu hifa khusus seperti layaknya batang yang disebut sporangiofor (tangkai sporangium). Antara satu sporangiofor dengan sporangiofor lainnya akan dihubungkan oleh hifa Iainnya yang disebut stolon. Sebagian hifa ada yang menembus substrat dan berperan seperti layaknya akar yang disebut dengan rhizoid.


b. Reproduksi


Zygomycota dapat berlangsung dengan cara aseksual dan seksual. Umumnya hampir semua jamur lebih sering melakukan reproduksi aseksual dibandingkan dengan reproduksi seksual. Reproduksi seksual biasanya terjadi jika kondisi lingkungan kurang menguntungkan. Reproduksi aseksual terjadi dengan pembentukan sporangiospora.

Reproduksi Zygomycota



c. Contoh Zygomycota


Masyarakat Indonesia telah lama berinteraksi dengan Zygomycota, namun tidak menyadarinya. Beberapa jenis Zygomycota sering dimanfaatkan dimanfaatkan untuk membuat makanan dan minuman seperti tempe. Beberapa jenis lainnya berperan untuk menguraikan kotoran hewan ternak.

1) Rhizopus


Rhizopus biasanya terdapat dalam ragi tape dan tempe. Jamur ini memiliki kemampuan memecah protein dan lemak sehingga dimanfaatkan dalam pembuatan tempe. Beberapa jenis Rhizopus, di antaranya Rhizopus oryzae berperan dalam pembuatan tempe, Rhizopus stolonifer biasa terdapat pada roti basi, dan Rhizopus nigricans yang sering tumbuh pada tomat yang sudah busuk dan dapat menghasilkan asam fumarat.


2) Mucor


Mucor hidup secara saprofit dengan menguraikan bahan organik di lingkungan sekitarnya. Sporangium tumbuh tegak dari substrat tempat fungi tersebut hidup. Antara sporangium dengan ujung sporangiofor dipisahkan oleh suatu sekat yang menoniol disebut kolumela. Beberapa Mucor dimanfaatkan untuk pembuatan makanan, misalnya Mucor javanicus untuk pembuatan tape. Adapun jenis lainnya hidup saprofit pada kotoran hewan, seperti Mucor mucedo.



3) Pilobolus 


Pilobolus biasanya hidup pada kotoran hewan ternak, misalnya pada kotoran kuda. Keistimewaannya adalah jamur ini memiliki penggembungan di bagian ujung dan pangkal sporangiofor. Selain itu, Sporangiumnya dapat ditembakan sejauh dua meter.





Sumber:
Yusa dan Maniam, MBS.(2014). Advanced Learning Biology 1B for Grade X Senior High School Mathematics and Natural Sciences Programme. Facil, Grafindo Media Pratama: Bandung.

.
.