Manfaat Biologi

Banyak sekali manfaat yang dapat kita peroleh dengan mempelajari Biologi, antara lain dalam bidang pertanian, peternakan kesehatan, industri, dan lingkungan. Kemajuan ilmu Biologi telah banyak memberikan pengetahuan dalam meningkatkan produk pertanian, antara lain penggunaan bibit tanaman unggul, pemupukan, cara memberantas hama, serta teknologi panen dan pasca panen. Selain itu, dikembangkan pula teknik-teknik memperbanyak tanaman, seperti mencangkok, menempel, mengenten, dan kultur jaringan.



Manfaat Biologi Dalam bidang Peternakan


Pemanfaatan Biologi dalam bidang peternakan, antara lain dengan menerapkan pengetahuan cabang-cabang Biologi, seperti zoologi, anatomi hewan, fisiologi hewan, genetika, biologi reproduksi, embriologi, dan biologi molekuler atau rekayasa genetika. Berkat Biologi, telah banyak dihasilkan ternak varietas unggul, seperti ayam penghasil banyak telur, ayam pedaging, sapi pedaging, sapi penghasil banyak susu, dan domba pedaging. 

Dalam usaha perbanyakan ternak unggul, kini telah banyak menggunakan teknik kawin silang (hibridisasi) dan teknik kawin suntik (inseminasi buatan). Dengan teknik inseminasi buatan, dapat dihasilkan keturunan sapi atau domba yang diharapkan tanpa mengenal musim kawin, serta tidak melibatkan sapi atau domba jantan.

Inseminasi buatan

Teknik inseminasi buatan ini diikuti dengan teknik superovulasi. Teknik superovulasi adalah teknik perbanyakan ternak unggul dengan cara menyuntikkan hormon reproduksi berupa PMSG (Pregnant Mare Serum Gonadotrophin) dan HCG (Human Chorionic Gonadotrophin). Hormon-hormon ini berfungsi merangsang terbentuknya sel telur dalam jumlah banyak sebelum sapi atau domba diinseminasi.

Anda mungkin pernah mendengar tanaman transgenik dan hewan transgenik. Tanaman transgenik adalah tanaman hasil rekayasa genetika yang sel-selnya mengandung gen sisipan dari organisme lain dengan tujuan tertentu. Dengan teknik transgenik, tanaman dapat direkayasa sehingga memiliki kemampuan tertentu, seperti mengikat nitrogen bebas dari udara tanpa harus diberikan pupuk, atau mampu menghasilkan insektisida dalam tubuhya sendiri sehingga tidak perlu lagi diberikan semprotan insektisida.

Demikian pula halnya dengan hewan transgenik telah dihasilkan ayam petelur, ayam pedaging, sapi pedaging, maupun domba yang mampu memproduksi air susu yang komposisinya mirip dengan ASI manusia.


Manfaat Biologi Dalam bidang kesehatan dan kedokteran


Dalam bidang kesehatan dan kedokteran, perkembangan ilmu Biologi telah banyak membantu para dokter dalam memahami penyebab berbagai penyakit dan upaya penyembuhannya. Sumbangan pengetahuan yang telah diberikan oleh Biologi dalam dunia kesehatan atau kedokteran, di antaranya adalah pencangkokan (transplantasi) organ, teknik fertilisasi invitro, dan pembuatan antibiotik dan vaksin.


Manfaat Biologi Dalam bidang Industri


Manfaat ilmu Biologi dalam bidang industri antara lain dengan ditemukannya berbagai bagian tubuh tumbuhan atau hewan yang dapat diolah menjadi bahan baku industri, seperti serabut kapas, bulu domba, dan kepompong ulat sutera yang dapat diolah menjadi benang. Selain itu, dengan berkembangnya mikrobiologi dan bioteknologi telah diketahui berbagai struktur dan sifat-sifat dari berbagai jenis mikroba, baik yang menguntungkan maupun yang bersifat patogen (menyebabkan penyakit).

Dalam industri makanan telah dihasilkan produk-produk makanan, seperti yoghurt, nata de coco, tempe, kecap, roti, keju, dan berbagai minuman anggur.

Dalam industri obat-obatan telah dihasilkan hormon insulin sintesis yang sangat berguna bagi penderita kencing manis (diabetes melitus), berbagai antibiotik serta vaksin. Macam-macam antibiotik yang sudah berhasil dibuat, antara lain Penicilin (dibuat dari jamur Penicillium), Sepalosporin (dihasilkan oleh jamur Chepalosporium), dan Tetrasiklin (dihasilkan oleh jamur Streptomycin).



Manfaat Biologi Dalam bidang Lingkungan


Manfaat Biologi dalam bidang lingkungan antara lain memberikan cara mengelola sumber-sumber daya alam secara bijaksana agar berdaya guna dan berhasil guna, baik untuk generasi sekarang mapun yang akan datang.

Pertambahan penduduk yang semakin meningkat dan tidak diimbangi oleh peningkatan produksi pangan akan menyebabkan terjadinya rawan pangan. Kurangnya sikap yang bijaksana dalam mengeksploitasi sumber daya alam dapat mengancam keseimbangan dan kelestarian alam di masa yang akan datang. Misalnya, untuk memenuhi kebutuhan pangan, hutan banyak yang ditebangi untuk dijadikan lahan pertanian. Jika hutan-hutan ditebangi secara sewenang-wenang maka bukan saja akan menimbulkan banjir, erosi, tanah longsor, dan menurunnya kesuburan tanah, juga sejumlah makhluk hidup akan kehilangan tempat tinggal atau habitatnya, bahkan mati.



Sumber:

Yusa dan Maniam, MBS.(2014). Advanced Learning Biology 1A for Grade X Senior High School Mathematics and Natural Sciences Programme. Facil, Grafindo Media Pratama: Bandung.

.
.