Evolusi (Pengantar)

Ikan Coelacanth seperti yang terlihat pada gambar di bawah, sempat diduga punah pada akhir masa Cretaceous sekitar 65  juta tahun yang lalu, hingga sebuah spesimen ditemukan di Sungai Chalumna di timur Afrika Selatan pada tahun 1938. Bentuknya sangat mirip dengan kerangka fosil Coelacanth yang berusia lebih dan 300 juta tahun. Ikan tersebut kemudian diteliti di Inggris lalu diberi nama Latimeria chalumnac.

Latimeria chalumnac

Pada tahun 1998, seekor ikan raja laut tertangkap jaring nelayan di perairan Manado, Sulawesi Utara. Kini dunia mengetahui adanya populasi ikan Coelacanth yang kedua, spesies tersebut kemudian dinamakan Latimeria menadoensis. Ikan Coelacanth yang ditemukan di Afrika berwarna biru baja, sedangkan yang ditemukan di Manado berwarna coklat.

Latimeria menadoensis

Menurut penelitian para ahli, gen Coelacanth berevolusi lebih lambat daripada seluruh jenis ikan dan hewan bertulang belakang di daratan. Hal ini disebabkan Coelacanth hidup di tempat yang relatif tidak mengalami perubahan dalam jutaan tahun terakhir. Coelacanth hidup di kedalaman 700 meter di bawah permukaan laut dengan ukuran bisa mencapai 2 meter. Ikan ini disebut fosil hidup karena Coelacanth masih mempertahankan struktur dan bentuk tubuhnya selama utaan tahun.

Selain ikan Coelacanth, terdapat beberapa hewan Iainnya yang secara fisik tidak berubah sejak jutaan tahun lalu, di antaranya adalah komodo (Varanus komodoensis). Berdasarkan bukti-bukti fosil, komodo dikabarkan telah ada sejak 40 juta tahun silam. Karena keberadaannya yang sudah sejak jutaan tahun yang lalu dan hampir tidak mengaiami evolusi, maka komodo sering disebut hewan purba.

Varanus priscus & Varanus komodoensis

Mari perhatikan Gambar di atas. Gambar tersebut menunjukkan perbandingan antara fosil komodo purba (kiri) dengan komodo yang ada pada saat ini (kanan). Apakah terdapat perbedaan? Menurut ilmu evolusi, megalania (Varanus priscus) merupakan nenek moyang dari komodo (Varanus komodoensis). Secara morfologi, megalania dan komodo yang ada pada saat ini memiliki bentuk yang serupa. Namun ukuran megalania yang hidup pada zaman Pleistosen memiliki panjang empat sampai tujuh meter. Jauh lebih besar daripada komodo yang ada pada saat ini. 

Apakah evolusi merupakan proses yang benar-benar terjadi? Evolusi adalah perubahan-perubahan yang terjadi pada makhluk hidup secara perlahan dalam kurun waktu yang lama dan diwariskan. Pada ilmu biologi, alam kehidupan di permukaan bumi ini bukan sesuatu yang selesai sekali jadi, melainkan bertahap, berevolusi dan waktu ke waktu. 

Dalam konteks biologi modern, evolusi berarti perubahan frekuensi gen dalam suatu populasi. Akumulasi perubahan gen ini menyebabkan terjadinya perubahan pada makhluk hidup. Perubahan tersebut dapat berlangsung menyimpang dan struktur aslinya, sehingga lama kelamaan dapat terbentuk spesies baru. Dengan demikian tumbuhan dan hewan yang ada sekarang ini, bukan termasuk makhluk hidup yang pertama kali menghuni bumi, tetapi berasal dan makhluk hidup di masa lampau yang beberapa diantaranya sudah punah.


Yusa dan Maniam,Manickam Bala Subra.(2015). Buku Siswa Aktif da Kreatif Belajar Biologi untuk kelas XII Sekolah menengah Atas/ adrasah Aliyah Peminatan Matematika dan Ilmu-Ilmu Alam. Grafindo: Bandung.


.
.


EmoticonEmoticon